Super 8

Merahasiakan sesuatu kepada orang lain atau publik, terutama bila yang dirahasiakan itu berbentuk fisik, mungkin akan memerlukan peralatan yang bisa menyembunyikan benda rahasia yang ingin dirahasiakan, apalagi jika tingkat kerahasiaannya memang sangat penting seperti menyembunyikan barang terlarang, menyembunyikan hewan yang dilindungi, menyembunyikan bahan peledak dan bisa pula menyembunyikan film bokep di bawah kasur biar gak ketahuan orang tua.

Termasuk pula bila barang yang bersifat tidak ingin diketahui masyarakat umum tersebut musti segera dipindahkan, maka proses pemindahan fasilitas rahasia milik negara seheboh Amerika yang sangat rahasia karena tempat lama yang digunakan sudah tidak produktif atau sudah bocor ke media dan diketahui masyarakat ini tidaklah mudah, tentu pemindahan seluruh fasilitas baik dari yang remeh-temeh seperti meja, komputer, brangkas, dan lemari hingga yang bersifat penting seperti data dan barang super rahasia yang selalu ditutup-tutupi atau disangkal oleh pemerintah ini memerlukan alat transportasi.

Menggunakan pesawat terbang mungkin dinilai terlalu mencolok mata, konvoi kendaran berlapis baja pun malah akan mengundang opini dan spekulasi-spekulasi liar, apalagi menggunakan fasilitas perahu, yang ini sangat lemot sekali selain risiko tenggelam juga. Maka mungkin opsi terakhir yakni lewat jalur kereta api-lah yang dipilih.

Pemilihan angkutan kereta bukan tanpa alasan, transportasi jenis ini lebih aman karena luput dari kecurigaan masyarakat selain jalurnya yang memang sering melewati hutan dan pedesaan alias jalur sepi dan jauh dari keramaian. Namun, seperti yang sering terjadi di negara kita Indonesia dengan segudang pertanyaan yang seharusnya jadi pertimbangan, bagaimana kalau keretanya anjlok atau keluar rel atau terjadi kecelakaan tiba-tiba ditengah hutan? keteledoran masinis seperti yang menimpa film Unstoppable (2010) dengan bintang Denzel Washington dan Chris Pine juga bisa jadi masalah besar. Pertimbangan terakhir jelas menjadi musebab film ini bergulir yang ditampilkan lumayan berlebihan atau lebay (mengutip dari kata-kata galau anak muda jaman sekarang) oleh Steven Spielberg, selaku produser film ini.

Kecelakaan yang dimaksud bukan terjadi secara tiba-tiba, tetapi disengaja oleh orang misterius dengan menghantamkan diri menggunakan mobil jenis pick-up dan…kabooommm. Kebetulan saat kecelakaan terjadi, ditempat kejadian perkara (TKP) sedang berlangsung syuting untuk adegan perpisahan ala film Ada Apa Dengan Cinta (2002), sebuah film indie bertema Zombie dengan campuran genre romance.

Film Zombie yang bersetting di sebuah desa terpencil dan tenang tersebut di buat oleh sekumpulan anak kecil yang sedang mengikuti festival film daerah, yang terdiri dari Charles sang sutradara sekaligus bidang pendanaan film ini karena dia berasal dari keluarga paling kaya dari temen-temen yang lainnya, ada pula Martin, Preston, serta aktris paling cantik atau dibisa dipanggil dengan sebutan bunga desa di perkampungan ini, Alice. film yang mereka buat menggunakan kamera jenis Super 8 seperti judul film ini yang akan menguak kejadian aneh yang terjadi pasca kecelakan kereta api diatas.

Karena film ini di awali dengan kecelakaan, maka dibawah ini saya selipkan beberapa kecelakaan yang melibatkan transportasi darat.

Mengulik rahasia demi rahasia dibalik rahasia, sutradara JJ Abrams yang merangkap sebagai penulis naskah dan produser film ini sangat senang merehasiakan seperti apa film ini sebelum dirilis.

Sejak trailer pertama berbulan-bulan yang lalu di rilis dan praktis hanya menampilkan separuh kecelakaan kereta api, tak ada informasi apapun selain itu. Semuanya serba dirahasiakan seperti pemindahan fasilitas negara melalui kereta api diatas. Hal ini berakibat dua macam reaksi, pertama calon penonton tentu akan pensaran dan kedua adalah kebencian. Mengapa demikian? karena sayangnya, Abrams terlalu bakhil atas tentang apa semua ini dengan membiarkan calon penontonnya berspekulasi gak jelas, bahkan ada yang menganggap film ini adalah sekuel tak langsung dari film Cloverfield tahun 2008 yang lalu.

Hal ini berbeda dengan sineas yang juga senang merahasiakan filmnya, sebut saja Christopher Nolan untuk film The Dark Knight-nya. Bagusnya, menjelang filmnya di putar di seluruh dunia, marketing strategi yang dibuat oleh tim sukses The Dark Knight terlihat dari serbuan viral promotion berbentuk gambar digital, situs-situs palsu semi resmi punyaannya Harvey Dent dan lain-lain.

Mr. Kaznyk: I’ve seen it, nobody believes me
Joe Lamb: I believe you.

Diluar itu, jelas ciri khas Abrams masih kuat disini, seperti kilauan pantulan cahayabaik dari lampu-lampu disekitar maupun dari bola-bola api. Hanya saja jika anda berharap film ini akan seperti Star Trek atau War of the World, sepertinya anda salah alamat, karena Super 8 adalah film bercampur serial Lost dan E.T. karya sang maestro film sci-fi, Steven Spielberg.

Eh ngomongin kakek yang satu ini kok akhir-akhir ini lebih sering duduk di kursi produser ya? apakah karena dia jeli memilih proyek, ataukah dia sedang belajar dari sutradara-sutradara yang sukses menggelembungkan pundi-pundi uang ke kantong pribadinya, entahlah. Proyek penyamaran Spielberg tahun ini saja dimulai dari I Am Number Four, film tentang alien yang mirip salah satu episode dari serial Smallville yang disutradarai oleh D.J. Caruso, lalu ada Kung Fu Panda 2 karena studio DreamWorks-nya, yang ini berarti semua film-film dari studio ini memang miliknya Steven Spielberg.

Di Bulan Agustus nanti dia menggandeng sutradara Iron Man II, John Favreau dalam film sci-fi berjudul Cowboys & Aliens yang bersetting western, namun yang diprediksi akan mendulang banyak uang adalah kembalinya pertempuran abadi antara Decepticon melawan Autobots dalam Transformers: Dark of the Moon bersama Micahel Bay. Tidak lupa pula dengan Real Steel yang berkisah tentang petinju robot dengan pelatih khusus dari Wolverine (Hugh Jackman) hingga adaptasi film Adventure of Tintin: Secret of Unicorn 3D bersama master film petualangan, Peter Jackson.

Sebagai produser sekaligus mentor, pengaruh Steven Spielberg dalam film bersetting di Ohio, Amerika Serikat ini sangat mendominasi, faktor inilah yang membuat Super 8 seperti bukan lagi film yang murni garapan JJ Abrams.

Seperti yang kita ketahui bersama, film-film bergaya Spielberg akhir-akhir ini terlalu menghalalkan segala cara seperti melangkahi logika, berlebihan dan sebagainya. Ambil contoh saja film Indiana Jones terakhir yang dirilis tahun 2008 yang lalu, banyak hal gak logis disana dan itu sukses kembali terulang lewat film ini terutama adegan pertempuran thank-thank di bagian ending serta yang selalu muncul ditrailer-nya yaitu kecelakaan kereta api hebat tadi. Sekedar merefresh buat yang sudah nonton film ini, adegan awal tersebut terlalu absurd, coba bayangkan mobil yang menabrakkan diri ke kerata yang sedang melaju kencang itu seharusnya yang lebih parah rusaknya tentu adalah mobil tadi. Hebatnya, malah kereta apinya yang guling-guling gak karuan hingga meledak hebat, apa yang terjadi selanjutnya? ya, mobil tadi tidak seberapa hancur, hanya kerusakan kecil dibagian depan. Bahkan sang pengemudi masih separuh sehat wal afiat.

Kesimpulan: Buntut dari pelitnya informasi yang harusnya diberikan kepada calon penonton mengingat film ini tidak semegah dan sebesar film-film Abrams sebelumnya, (terlihat dari bujetnya yang memang tidak memungkinkan untuk itu) berimbas terhadap lesunya pendapatan di minggu pertama film yang lebih menititkberatkan pada hubungan ayah dan anak kerena ditinggal oleh sosok seorang istri atau ibu ini, ditambah setting tahun 1979-nya yang mengisyaratkan akan keterbatasan teknologi. Campur tangan Spielberg dalam film ini sedikit banyak berpengaruh terhadap isi filmnya, seperti adegan tabarakan kereta api yang kelewat lebay. Bila sudah begini untuk proyek selanjutnya, seperti sekuel Star Trek yang rencananya rilis tahun 2012 dan sekuel Cloverfield tahun 2014 nanti, sang maestro mending gak usah diikutkan. Jika anda sedari awal memang menyukai drama yang bersinggungan dengan tema lain atau sudah menurunkan kadar ekspektasi (sebaiknya malah), maka film ini sangat terasa hangat untuk ditonton bersama keluarga dan tentu saja kekikiran Abrams untuk mencicil informasi menyoal gambaran awal film ini adalah penyebab gagalnya Super 8 dikancah box office. So, film ini tetap highly recomended.

Pemain dan Kru:

  • Pemain: Katie Lowes, Emerson Brooks, Marco Sanches, Tim Griffin, Tony Guma, Bingo O’Malley, Caitriona Balfe, Tom Quinn, Thomas F. Duffy, Jack Axelord, Dale Dickey, Bruce Greenwood, Beau Knapp, Brett Rice, David Gallagher, Noah Emmerich, Glynn Turman, Elle Fanning, Ron Eldard, Kyle Chandler, Gabriel Basso, Riley Griffiths, Zach Mills, Ryan Lee, Joel Corthney.
  • Sutradara: JJ. Abrams.
  • Naskah: JJ. Abrams.
  • Produser: JJ. Abrams, Steven Spielberg, Bryan Burg.
  • Tanggal Rilis: 10 Juni 2011 (USA)
  • Genre: Mystery, Sci-Fi, Thriller.
  • Rating: PG-13
  • Durasi: 112 Menit
  • Budget: $ 45.000.000 (estimasi)
  • Opening Weekend (10-12 Juni 2011): $ 37.000.000
  • Sinematografi: Larry Fong.
  • Musik: Micahel Giacchino.
  • Editing: Maryann Brandon, Mary Joe Markey.
  • Casting: April Webster, Alyssa Weisberg.
  • Tagline:Next Summer, it Arrives
  • Production: Amblin Entertainment, Bad Robots, Paramount Pictures.

Sumber:

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: