Home > HOLLYWOOD, Movies, POSTER, Resensi > Kung Fu Panda 2

Kung Fu Panda 2

“Poo belajar menguasai inner peace, atau yang lebih intens lagi, berdamai dengan masa lalu yang pahit. Skadoosh!”

Salah satu film kartun yang paling ingin saya tonton di bioskop 3D tahun ini adalah Kung Fu Panda 2 atau yang beberapa bulan sebelumnya berjudul panjang Kung Fu Panda 2 : The Kaboom of Doom, selain film Rio milik Blue Sky Studio, Cars 2 punyaannya Pixar Animations Studio plus Adventure of Tintin-nya om Steven Spielberg & Peter Jackson di bulan Desember nanti.

Namun sial, studio-studio besar MPAA udah kadung memboikot film-film mereka untuk peredaran di negara kita, Indonesia sejak akhir februari lalu, pupus sudah acara ritual nyambangi gedung bioskop bertata suara Dolby Digital 7.1 itu untuk nonton bareng kerabat-kerabat dekat.

Meski terpaksa, namun jalan keluar paling praktis pun dijabani, apalagi kalo bukan lebih mendekatkan diri kepada dunia maya. Dengan catatan, saya nggak mendownload film itu sendiri lho, saya hanya copas di warnet mengingat saya mulai khawatir dengan berita yang menyatakan: pengunduh film ilegal di internet digugat oleh studio pemilik film.

Kebayang bukan kalo saya musti ribet berurusan dengan pihak berwajib hanya gara-gara pemerintah menyetop keran film Hollywood ke negara kita.

Mari kita bahas filmnya lebih lanjut, film yang saya tonton tadi malem adalah Kung Fu Panda 2 seperti judul postingan kali ini dan absolutely yes, filmnya sangat lucu sekali dan di beberapa adegan berhasil membuat saya tertawa lepas. Durasi yang begitu pendek (90 menit) untuk ukuran film bioskop berbiaya 150 juta dollar membuat pesan yang di jejalkan ke benak penontonnya menjadi serba terburu-buru, sejak awal kita sudah diingatkan tentang ancaman punahnya aliran kungfu oleh seorang penjahat labil berwujud burung merak namun berbulu besi berwarna putih. Karakter main villain bernama Pangeran Shen ini diisisuarakan oleh Gary Oldman, si komisaris Gordon dalam film Batman Begins (2005), The Dark Knight (2008) dan The Dark Knight Rises (2012).

Dengan durasi seperti itu, penonton seperti sedang menaiki roll coaster hingga kurang diberi waktu jeda yang cukup untuk sekedar menghela nafas dan berdampak terhadap karakter lain seperti hampir semua anggota The Furious Five yang terdiri dari Tigrees (Angelina Jolie), Mantis (Seth Rogen), Monkey (Jackie Chan), Viper (Lucy Liu), dan Crane (David Cross), bahkan masuknya karakter yang diisisuarakan oleh bintang action B-class, Jean-Claude Van Damme pun hanya seperti cameo gak penting.

Shifu: This could be the end of Kung Fu.
Poo: But I just got Kung Fu!
Shifu: And now, you must *save* it!

Ancaman yang kemudian kita ketahui berbentuk senjata kembang api tersebut mungkin ingin menegaskan bahwa kecanggihan teknologi terlebih jika itu adalah teknologi persenjataan akan merusak kelestarian alam, bahkan dari benda teknologi yang bukan senjata pun mampu menjadi senjata seperti radiasi seluler, bahan-bahan kimia terhadap kesehatan, pencemaran dan lain-lain.

Namun tema besar yang menjadi inti kisah Panda rakus penderita obesitas yang kalau di pukul akan menimbulkan bunyi pantulan yang terdengar unik ini adalah inner peace, atau pencarian dan penguasaan akan kedamaian terdalam, lebih jauh lagi adalah berdamai dengan masa lalu yang pahit. Tema besar itulah mendominasi cerita baik untuk masa lalu Poo maupun Shen sendiri, dan bila Shifu mengaku bertahun-tahun untuk mencapai inner peace, maka jangan heran jika Poo hanya sekelebat mampu menguasainya.

Pencarian jati diri Poo setelah tersihir (atau dalam persepsi yang lain adalah rangsangan yang memancing memori kecil dalam ingatan alam bawah sadar Poo) oleh sebuah tattoo berbentuk mata berwarna merah yang membawa dia ke sebuah pertanyaan yang kembali terulang dari film pertama, tentu kali ini pertanyaan tentang siapa sebenarnya dan dari mana dia berasal akan terjawab tuntas. Mengetahui bahwa orang tua Poo pada suatu malam meninggalkan dia sendirian karena peristiwa tragis adalah proses bagi Poo menuju kedamaian yang lebih dalam lagi, berdamai dengan masa lalu yang pahit, Poo ditnggal ditengah hutan dalam kotak sayuran yang kemudian ditemukan dan diangkat menjadi anak oleh Mr. Ping si penjual mie. Hal yang Shen tak mampu menerima kenyataan yang sama akibat terlalu intens dikuasai oleh amarah karena ditentang oleh orang tuanya.

Poo: The only thing that matters is what you choose to be now

Penerimaan terhadap kenyataan buruk tersebut, khususnya ditinggal orang tua memang sulit apalagi buat anak-anak di Amerika, mengingat tingkat perceraian di negeri Paman Sam yang sangat tinggi. Solusi yang Poo coba tanamkan ke relung hati dan pikiran Shen di akhir kisah, saya pikir sudah cukup membantu memenangkan hati yang kadung kalut.

Kesimpulan: Pasca dekade lalu, rasanya semakin hari semakin susah mencari film yang kualitas maupun kuantitasnya mampu menyamai atau melebihi film pertama. Apalagi sekuel kisah Panda gendut doyan makan ini dibuat dengan tempo yang mampu membuat penonton kurang mencerna makna pesan moralnya dengan baik, selain pemborosan biaya untuk membayar aktor mahal yang ternyata malah nganggur dan tidak tergali sama sekali, Jackie Chan dan semua anggota The Furious Five seperti makan gaji buta nih. Untung tingkat kelucuannya masih tetap terjaga dengan baik plus sajian visual penuh warna yang memanjakan mata. Satu hal yang pasti dari endingnya, sekuel ketiga!😀

Kru dan Pemain:

  • Pemain: Jack Black, Lucy Liu, Angelina Jolie, Gary Oldman, Dustin Hoffman, David Cross, Seth Rogen, Michelle Yeoh, James Hong, Danny McBride, Victor Garber, Jean-Claude Van damme, Dennis Haysbert.
  • Sutaradara: Jennifer Yuh.
  • Naskah: Jonathan Aibel, Glenn Berger.
  • Tanggal Rilis: 26 Mei 2011 (USA)
  • Genre: Animation, Action, Adventure, Comedy, Family.
  • Budget: $150.000.000.
  • Opening Weekend (3 hari pertama): $47.835.000 (3925 layar).
  • Durasi: 90 Menit
  • Editing: Clare De Chenu
  • Musik: John Williams, Hans Zimmer.
  • Produser: Melissa Cobb, Guillermo Del Torro, Glenn Berger.
  • Distributors: DreamWorks Animations.

Daftar pustaka:

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: