Home > HOLLYWOOD, Movies, POSTER, Resensi > Tangled 3D

Tangled 3D

Disney dan sepenggal kisah happily ever after

Setelah di tahun 2009 kita bertemu animasi 2D The Prince and The Frog, tahun 2010 kemaren Disney menelurkan fairy tale lain yakni Tangled atau Rapunzel, dongeng tentang seorang putri berambut sangat puanjang yang tinggal disebuah menara, pria tampan buronan kerajaan dan setangkai bunga ajaib yang mengubah segalanya.

Selain tampil dengan tingkat rendering yang super halus dan menyejukkan mata, visualisasi-nya pun dibuat lembut dan bercahaya, hal sama yang kita dapatkan saat menyaksikan karya Disney untuk film animasi komputer sebelumnya yang berjudul Bolt (2008). Poin positif itu juga tak lepas dari bergabungnya John Lasetter dalam divisi animasi di tubuh Disney untuk membangkitkan kembali raksasa animasi berciri khas karakter Mickey Mouse dan kastil ini. John Lasetter pun bukan orang sembarangan, dia adalah pendiri Pixar Animation Studio, pioneer animasi CGI dan selalu menghasilkan sebuah kualitas cerita dan olahan – olahan gambar yang mencengangkan.

Lasetter kemudian mentitahkan nahkoda film ini kepada Nathan Greno yang berduet dengan Byron Howard serta menggandeng Dan Fogelman sebagai pemoles naskah.

Menyaksikan Tangled adalah sebuah paket nostalgia dalam menikmati karya sinema klasik Disney yang kini dibalut dengan teknologi paling anyar, mereka bagaikan reinkarnasi dongeng – dongeng klasik untuk generasi baru yang lengkap dengan sidekick berupa binatang bisa berbicara, pahlawan “prince charming” berpostur gagah dan tampan (entah mau pangeran ataupun buronan), kastil kerajaan, antagonis yang biasanya berprofesi sebagai tukang sihir yang lebih akrab kita panggil “dukun“, kisah romantis beda kasta antara putri cantik rupawan dan rakyat jelata, tari – tarian dan alunan musik, serta hutan beserta keajaiban – keajaibannya. Hanya saja komposer Alan Menken yang sukses dengan Encahnted (2008) seperti kehilangan sentuan magisnya, scoring dan lagu gubahan kolaborasinya dengan Mandy Moore kurang berkesan dan gampang terlupakan.

Padahal, salah satu senyawa yang tidak boleh hilang dari Disney adalah lagu dan scoring.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: