Home > FILM > Para Twihater wajib nonton Vampire Suck

Para Twihater wajib nonton Vampire Suck

Judul diatas mungkin terlalu naif diucapkan bila di alamatkan kepada serial film laris Twilight Saga yang baru saja (30 Juli 2010) bagian ketiganya (eclipse) dikerumuni ribuan massa berjuluk twihard baik di bioskop maupun bajakan, film adaptasi novel roman maha karya Stephenie Meyer (1973) itu terbukti laris manis bak jagung bakar dimusim hujan dimana bioskop penuh sesak, antrian panjang mengular, dan tiket sould out berhari-hari.

 

Sedangkan Vampire Suck (2010) hanyalah bagian kecil dari sekumpulan filmaker beraliran Twihater dengan tujuan mengolok-olok penggilanya yang kebanyakan dari kaum abu-abu dan kaum hawa berusia remaja tanggung, eksistensi (gaul) remaja putri era ini ditentukan oleh Twilight hingga tak ayal separuh lebih dari 1160-an temen saya di situs jejaring sosial (Facebook) memilih Twilight selain ketika Cinta Bertasbih (2009) sebagai film favoritnya. Mendeteksi motivasi mereka menyukai secara tidak wajar kepada film ini adalah sama halnya saya menghabiskan waktu secara percuma, adegan menye-menye dengan taburan dialog gombal yang super lambat dan pameran perut six-pack, okelah saya juga suka film romantis tapi khusus Twilight mereka terlalu berlebihan. Ada yang bilang mereka (twihater) sekedar iri pun ada sebgian lainnya menganggap Twihater itu ada untuk mendongkrak popularitas Twilight dengan menjual kontroversi dimedia, saya belum tau pasti itu.

Vampire Suck mengambil ide parodi sebagai kendaraannya, seperti beberapa judul yang lebih dahulu populer yakni Air Plane (1980), Scary Movie 1-4 (2000-2006), Johnny English (2003), Date Movie (2006), Disaster Movie (2008), Epic Movie (2007), Meet The Spartan (2008), Dance Flick (2009) dan Stan Helsing (2009). Kelemahan film ini terutama bagi twihater adalah calon penonton diharuskan sudah pernah nonton film Twilight sebelumnya (kecuali Eclipse), berbeda dengan para seniornya yang memilih mencampur adukkan beberapa film menjadi satu tema sentral, Vampire Suck murni berusaha untuk mengajak kita menertawai serial Twilight seutuhnya karena hanya lewat dua film Twilight sebelumnya-lah (Twilight dan New Moon) yang dijadikan sumber parodi, jadi peran serta tokoh vampire lainnya meski tetap ada namun sangat minim.

Banyak Mungkin penonton yang akan sependapat bahwa Vampire Suck adalah film bodoh dengan dialog bodoh dan terlalu lebay, itu tidak bisa dipungkiri, Edward yang gemar memakai aneka kosmetik khas perempuan dan jacob yang bukan berubah menjadi serigala melainkan seekor anjing chihuahua. Namun itulah salah satu cara terbaik, film asli Twilight juga lebay dan absurd, di beberapa adegan saya sempat tertawa dan di beberapa scene lainnya tampil membosankan dan maksa untuk melucu, overall para twihater sepertinya wajib nonton Vampire Suck.

Categories: FILM
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: