Home > FILM > Pangeran Persia dan Time Machine berbentuk Belati

Pangeran Persia dan Time Machine berbentuk Belati

Kisah negeri Persia versi game yang diangkat ke pita seluloid, jika bukan Jerry Bruckheimer yang berada dibelakangnya dengan menyertakan Pirates Of The Caribbena di setiap posternya, mungkin saya hanya melihat fatamorgana diatas gundukan pasir. Sokongan kharisma Jake Gyllenhaal (Dastan) yang berhasil ber-kontroversi ria via Brokeback Mountain (2005) beserta aktor senior Sir Ben Kingsley (Nizam) nyatanya The Sand Of Time tak mampu dibendung dan mereka tertelan pasir hisap, nasib naas yang bisa jadi merupakan kutukan dari hampir seluruh adapatasi game, bahkan ulah cerewet Gemma Artenton (Tamina) meski sintal dan bermulut dua selalu saja mengganggu.

Sentuhan magis Bruckheimer yang sebelumnya selalu sukses mem-blockbuster-kan setiap filmnya sebut saja The Rock (1996), Armageddon (1998), Enemy Of The State (1998), Pirates Of The Caribbean trilogy (2003-2007) dan dwilogy National Treasure (2004-2007) beserta banyak lagi serial televisi, G-Forec (2009) dan Sorcerer’s Apprentice (2010) nampak seperti seonggok kakek tua pesakitan, terseok-seok mengais rejeki penonton. Namun Persia tak seburuk itu dan meski hal itu terpaksa harus terjadi, tekan Rewind (Belati berisi Sand Of Time) pada console game anda maka mungkin keadaan akan lebih mudah.

Durasi Prince Of Persia hanyalah 25 menit sejak opening title beserta alunan score khas padang pasir dimulai, Harry-Gregson William kembali tampil megah dan penyerangan ke kota Alamut (Menit ke 16) yang diakhiri oleh pinangan Dastan kepada sang penjaga Sand Of Time, Tamina (Artenton) selesai. Menit-menit diantara itu kita hanyalah menyaksikan peristiwa yang tidak pernah terjadi atau setidaknya ada untuk dicegah, jadi tentu saja pasukan Hassansins hanyalah dongen 1001 malem mengingat gembar-gembornya dilayar, namun jika anda tidak menyukainya (sekali lagi) tekan Rewind dan anda munkin tak akan menemukan tulisan diblog ini. Well sayang sekali Sand Of Time tak mampu melihat masa depan setidaknya belum diperlihatkan disini, apakah kita harus menghubungi Doraemon?

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: