Home > FILM > Iron Man 2 bukan film Superhero

Iron Man 2 bukan film Superhero

Beberapa waktu ini saya disibukkan dengan membanjirnya tontonan bergenre Superhero atau yang kini lebih disempitkan hanya dengan kata hero atau pahlawan, kita mungkin menyukai Batman versi Nolan (Batman Begins-2005 dan The Dark Knight-2008) yang makin beringas dalam menumpas begundal-begundal tengik baik dijalanan maupun dikantoran dan tertawa plus miris melihat betapa sadisnya Hit Girl dalam film Kick Ass (2010) karena Spiderman (2001), Fantastic 4 (2004), dan Superman Returns (2006) dinilai tidak masuk akal, pahlawan kini ditinjau dari sisi kemanusiaannya bahwa superhero itu juga manusia.

Iron Man 2 hadir dengan segala atribut baju besi merahnya yang sama sekali tidak mirip dengan strikaan, saya berpikir sejenak saat usai nonton midnight film ini jam 02.30 pagi (01-05-2010) demi tayangan 2-D digital yang katanya pertama di Indonesia itu, apakah yang dimaksud dengan superhero? setidaknya lewat film ini saya belum mendapatkan gambaran sosok superhero atau hero seperti dalam bayangan saya. Saya malah memilih Dave Lizewski a.ka Kick Ass (2010) karena Tony Stark mengurusi diri sendiri saja masih belum mampu, mabuk dan pesta dengan para wanita, dan selalu pongah dengan kekayaannya, Big Daddy (Kick Ass-2010) malah menjadi badut superhero hanya untuk balas dendam dan main hakim sendiri, Hulk (2003-2008) makhluk ijo setinggi kulkas 2 pintu adalah superhero? salah kaprah!.

Musuh yang hadir seperti Justin Hammer (Sam Rockwell) dan Ivan Vanko (Mickey Rourke) bukanlah beberapa orang yang meresahkan masyarakat, mereka hanya bermasalah dengan Tony Stark dan itulah inti cerita Iron Man 2, jadi bukan bagaimana hari-hari Stark dalam melindungi warga negara Amerika yang dia cintai dan apa kekurangan yang terjadi dilapangan melainkan sibuk dan sukses menghabiskan durasi hanya untuk urusan pribadi. Namun terlepas dari itu saya mendapatkan kenikmatan khas Hollywood berupa action yang cukup untuk melupakan rasa gusar tadi, jadi Iron Man 2 ini film apa? apakah saya masih harus menagih utang aksi kepahlawanan kepadanya?

Categories: FILM Tags: , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: