REVIEW FILM PONYO [2008]

Rating : 7.8/10

Pengisi Suara : Yuria Nara, Noah Lindsey Cyrus, Alina Freun, Hiroki Doi, Frankie Jonas, Jacky Wong, Toji Tokoro, Liam Neeson, Tomoko Yamaguchi, Tina Fey, Kay Tse, Yuki Amami, Cate Blanchett, Kazushige Nagashima, Matt Damon. Sutradara : Hayao Mizayaki. Naskah : Hayao Mizayaki. Genre : Animasi, Adventure, Family, Fantasy, Anime. Musik : Joe Hisaishi. Durasi : 101 Menit. Tanggal Rilis : 14 Agustus 2009 (USA). Distributor : Studio Ghibli. Produser : Steve Alpert, Koji Hoshino, Toshio Suzuki, Frank Marshall, Kathleen Kennedy, Hayao Mizayaki. Penghargaan : Asian Films Awards (2009) for Composser, Joe Hisaishi. Award Of The Japanese Academy (2009) for Best Animation Films and Best Film Score. Mainichi Film Concours (2009). and Venice Film Festival (2008)

Semilir angin musim panas di pantai tak jauh berbeda dengan nikmatnya es degan yang menyegarkan, menyenangkan membayangkan hal itu saat ini, kita mungkin pernah mengalaminya. Dedengkot Studio Ghibli, Hayao Mizayaki (70) membawa nuansa positif itu lewat Ponyo, film animasi 2-D yang kini sudah semakin langka. Kisah Sousuke yang tanpa sengaja menemukan Ponyo (Ikan jelmaan) di pantai depan rumahnya lebih mirip karya HC Andersen, Little Mermaid (1989) dengan porsi kisah yang lebih lembut dan kalem serta diisisuarakan (English version) oleh bintang kelas A Hollywood, komposisi pas untuk sebuah misi mengembalikan keceriaan setelah Howl’s Moving Castle (2004) yang serius itu.

Sebagian dari kita mungkin ada yang lelah dan timbul rasa kangen dengan sajian 2-D setelah beberapa waktu nenggak efek komputer beraroma CGI, seperti Pixar dengan Toy Story 3,  lalu Dreamwork dengan Shrek Forever After, Blu Sky Studio dan yang lainnya. Ponyo sejatinya memang film untuk konsumsi anak berusia 5 tahun, penting untuk mengasah kemampuan mereka dalam mengekspolari terhadap lingkungan sekitarnya. Momentum untuk menyisipkan isu lingkungan yang selalu menjadi perhatian Mizayaki menjadi sangat menarik, dia tidak merangkai 170.000 cel gambar 2-D hanya ingin menakut-nakuti bocah TK tentang visualisasi kehancuran lingkungan, ada alasan mengapa Fujimoto membenci manusia dan Mizayaki menggambarkannya secara lugas dan ringan. Kita melihat kapasitas master animator hebat yang setia dengan prinsipnya, namun berhasil dalam menciptakan imajinasi spektakuler.

  1. rudi
    August 8, 2010 at 6:39 pm

    walau ceritanya biasa2 aja tapi gue suka film ini, pertama karna gue emang penggemar film animasi (3D&2D), kedua warna dan grafis yang ditambilkan dalam film ini bener2 bagus (cerah dan sesuai dengan fantasi masa kanak2), bener2 bisa membawa gue ke masa kecil dulu.

  2. August 9, 2010 at 8:17 am

    Rudi..

    Tangan Mizayaki memang ajaib nih, menurut kabar setengah dari 170.000 cel gambar film Ponyo, dia yang menggambar sendiri. Karakter yg lembut adalah hal lain yg membedakannya dengan Disney yg juga jago bikin film 2-D..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: