REVIEW FILM THE LAST AIRBENDER [2010]

Rating : 5/10

Reputasi sineas keturunan India, M. Night Shyamalan di pertaruhkan lewat film yang diangkat dari serial laris Neckoldeon ciptaan Micahel Dante DiMartino dan Bryan Konietzko, bertahun-tahun setelah The Sixth Sense yang mengejutkan itu. Bagi yang telah mengikuti karyanya sejak awal, trend penurunan kualitas dari tahun ke tahun membuat kisah penuh CGI ini berada di ujung tanduk, jadi menurunkan ekspektasi adalah perbuatan bijak untuk lebih menikmati film ini. Kata Avatar sengaja dihilangkan karena sudah lebih dahulu dipakai oleh James Cameron, dirilis di AS tanggal 1 Juli lalu dan sudah membukukan pendapatan domestik (USA) sebesar 123,3 Juta dollar, namun kita di Indonesia baru dapat jatah rilis tanggal 4 Agustus besok.
Dua teknologi mutakhir diboyong secara gegabah oleh Shyamalan untuk memberi kesan betapa ambisiusnya proyek ini, CGI disatu sisi dan 3-D disisi lainnya. Namun visualisasi keduanya berakhir buruk, meng-convert film 2-D menjadi sajian 3-D adalah boomerang yang akan menyiksa indra penglihatan penonton seperti halnya Clash Of The Titans (2010) dan Alice In Wonderland (2010) tempo hari. Beberapa scene hasil olahan CGI terkesan tidak nyata terutama saat bersentuhan dengan air yang terlihat tidak membasahi dan api yang kurang membakar. Selain mengangkut sekarung special effect dan banjir slow-motion yang lebih dulu dipopulerkan oleh Wachownsky bersaudara, Shyamalan juga membuat karakternya berkulit putih, bukan tidak bisa berakting dengan baik, hanya saja pemilihannya sangat keliru karena bagaimanapun serial Avatar bersetting di Asia.
Pemain : Noah Ringer, Dev patel, Nicola Peltz, jackson Rathbone, Shaun Toub, Aasif Mandvi, Cliff Curtis, Seychelle Gabriel, Catherine Hougton, Francis Guinan. 
Sutradara : M. Night Shyamalan
Naskah : M. Night Shyamalan
Durasi : 103 Menit
Genre : Action, Adventure, Family, Fantasy
Musik : James Newton Howard
Tanggal Rilis : 1 July 2010 (USA)
Distributor : Paramount Pictures
  1. August 1, 2010 at 6:05 pm

    gw nonton film ini super duper bossaann…

    bahkan pas pindah2 scene dengan asal nya itu membuat gw geleng2 kepala. saking parah nya neh d buat, mana akting nya kaco si aang nya, gak menghidupkan karakter banget deh tuh.

    gw bingung deh apa yang d pikirin ama night? kok bisa2 nya sang pembuat the sixth sense yang fenomenal itu bisa buat film kyk org br buat ajah…

  2. August 2, 2010 at 6:10 am

    XSpot, gua sepakat nih, nonton serial televisinya terasa lebih berkelas dari pada nonton film ini.

    Ekspektasi awal gua tinggi karena visualisasi trailernya yang sepertinya keren, apa seharusnya kita hanya nonton trailernya saja??

  3. dany
    August 3, 2010 at 8:27 pm

    M.night dari dulu kalo bikin film emg grafiknya naik turun gak jelas, moga aja film terbarunya “devil” tidak mengecewakan, seting di eskalator kayae keren tuh, tegangnya kena…thanks

  4. August 4, 2010 at 3:17 am

    Dany, Mr. Shyamalan tidak belajar dari kesalahan, evolusi yang terbalik. Sineas lokal kita KK Deraj juga begitu, apa karena sama-sama berdarah India ya?

    Sialnya kursi sutradara “Devil” yg rencananya rilis 17 september 2010 (AS) tersebut di pegang oleh sineas debutan yang sebelumnya pernah menulis naskah film Quarantine, Drew Dowdle. Shyamalan disini hanya menjadi penulis naskah merangkap produser.

    Mungkin perlu sedikit di ralat mas, setting bukan di “eskalator” tapi “lift”..

  5. August 4, 2010 at 3:22 am

    Oh ya lupa, Thanks buat XSpot dan Dany atas kunjungan dan komentarnya🙂

  6. Anonymous
    August 5, 2010 at 4:41 am

    ekspetasi gw terlalu berlebihan melihat kesuksesan serial cartoonny + thrillerny yg keliatan keren.
    ceritany loncat2 ga jelas kurang menyatu, karakternya terlalu kaku, gerakan2 pas ngeluarin jurusnya jg rada kaku, spesial efeknya si gw nilai lumayan lah.., secara keseluruhan entah kenapa rada garing.. ga greget dan kaya ga ada klimaksnya gitu. untungnya buat gw masih ada si abg kitara tuh yg caem hehe.. gw nilai 5/10 u/ film ini.

  7. August 5, 2010 at 6:31 am

    Anonymous..

    Menurut rencana, The Last Airbender memang akan ada lanjutannya hingga menjadi trilogy. Hanya saja Shyamalan (sutradara) sejak awal telah merusak bangunan cerita dan hampir keseluruhan aspeknya, saya sangat menyukai serial televisinya dan kini saya sangat kecewa melihat hal itu😦

    Trims ya dah berkunjung ke Blog ini🙂

  8. August 5, 2010 at 10:31 am

    nemenin tekken nih sebagai film terburuk tahun ini :p

  9. August 5, 2010 at 11:13 am

    Adithiarangga..

    Kalo setuju, ane nitip film Legion ya gan😀 (parah juga tu film)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: