Home > 2010, 3D, ADVENTURE, ANIMATION, COMEDY, DRAMA, FAMILY, FANTASY, FILM, HOLLYWOOD, KIDS, PHOTO, PIXAR, POSTER, REVIEW, SUMMER > REVIEW FILM : PIXAR SHORT FILM, DAY AND NIGHT (2010)

REVIEW FILM : PIXAR SHORT FILM, DAY AND NIGHT (2010)

Short Film, ya sebuah film pendek yang dibuat oleh Pixar Animation Studio. Dua hal yang tak terpisahkan, selalu ada ide segar dari Pixar sebelum dan sesudah kita melihat film feature-nya, baik nyambung maupun tidak dengan film utama. Kita mengenal film pendek ini sejak Pixar dirintis, bukan era millenium dan 90’an melainkan 80’an. Tidak semuanya sudah saya lihat, ada The Adventure Of Andre And Wally B tahun 1984, Luxo Jr. yang merupakan logo resmi Pixar dirlis tahun 1986, tahun kelahiran saya. Luxo Jr. pernah saya tonton, sangat sederhana untuk tahun 2000’an. Lalu ada Red’s Dream tahun 1987 dan Tin Toy tahun 1988, film pendek tentang makhluk salju dalam kaca berjudul Knick Knack tahun 1989. Tahun 1995 teknologi makin berkembang dan Toy Story untuk pertama kalinya dirlis sekaligus ditandai sebagai film animasi CGI pertama untuk konsumsi bioskop, Gery’s Game ambil bagian ditahun ini. film yang cerdas, kita terperangah untuk dua hal teknologi dan konsep ceritanya. Kini saat semua telah terbiasa dengan tayangan animasi CGI dan bahkan berformat 3D, bukan teknologi yang dilombakan melainkan kualitas naskah yang diprioritaskan.

“When Day, a sunny fellow, encounters Night, a stranger of distinctly darker moods, sparks fly! Day and Night are frightened and suspicious of each other at first, and quickly get off on the wrong foot. But as they discover each other’s unique qualities–and come to realize that each of them offers a different window onto the same world–the friendship helps both to gain a new perspective”-Consept

Ada versi DVD dan Blu Ray untuk edisi pertama kumpulan film pendek produksi Pixar yang dirlis tahun 2007 lalu, tidak semuanya terangkum disana bahkan banyak. Burn-E, Doug Special Mission, dan Partly Cloudy dalam tahap menunggu lampu hijau, begitu pula dengan episode ini. Perlu ada edisi kedua kumpulan film pendek Pixar selanjutnya. Kembali ke tahun 2010, ada “Day And Night” disini. Sebuah film unik berteknologi 3D mengikuti film Toy Story 3 yang juga berformat 3D, diputar sebelum Toy Story 3 dimulai. ada teknik 2D di film ini, Your Friend The Rat contohnya. Bahkan ada Stop Motion dan mode hitam putih disana, namun disini minus kedua jenis tadi. Perpaduan 2D untuk kedua tokoh Siang dan Malam dan CGI berteknologi canggih sekaligus dalam tubuh mereka berdua, 2D pertama untuk tayangan versi bioskop stereoscopic 3-D. Teddy Newton berada dikursi Sutradara, debutan namun berada diarea yang benar, Micahel Giacchino sebagai komposser, sangat menarik dan penting mengikuti ini.

“Where they not the keepers of daylight and darkness, Day and Night wolud be a couple of average joes. Day busy with sunshine and joggers, Night focused on star and drive-in movie. But when they paths cross, Day and Night find that they are more alike than different-both are fearful and jealous. but altimately proud to share the best of themselves and as they discover, better together than apart”-The Characters.

Fokus cerita berpusat pada makhluk bernama Day dan Night yang selalu mendapati dirinya berada pada kondisi yang berbeda antara siang dan malam, ketika Day dan Night berada dipantai ada cewek berbikini yang berjemur untuk si Siang, seketika itu si malam datang menghampiri dan mendapati pantai itu telah malam dengan nyanyian jangkrik yang gelap dan sepi. Tentu sang cewek berbikini tadi sudah pulang, pertentangan keduanya akhirnya berbuah adu kesaktian dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saat keduanya sadar atas kelebihan masing-masing, bekerja sama adalah hal yang paling indah dengan tanpa mencari kelemahan orang lain dan menerima kekurangan diri. Keadaan saling menguntungkan datang dan terbesit dikepala mereka, siang menyajikan pelangi yang indah begitu pula dunia malam yang gemerlap di Las Vegas dengan berjuta lampu kelap-kelip dan kembang api. Tidak sampai membuat penonton terbahak-bahak memang, namun setidaknya ide filmnya sangat kreatif dan bernilai seni tingkat tinggi. Sarat makna meski hanya berdurasi kurang dari 10 menit, efektif dan tidak mengurangi pesan yang ingin dikumandangkan. Pixar tau kapan kita akan terhibur dengan sajiannya dan kapan waktunya untuk mengaktualisasikan diri mengasah jiwa sosial kita, Pixar itu idealis namun masih mampu menghibur kita. Jadi tidak sabar untuk menunggu short film lainnya beberapa waktu mendatang.

“The Radio Broadcast in Day and Night is taken from atalk given Dr. Wayne Dyer, a motivational speaker and author. director Teddy Newton remembered hearing on recording his mother played when he was young, and he decided to incorporate one of the recordings into the films”-Behind The Scene

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: