Home > 2010, ACTION, FILM, PIALA DUNIA, PREVIEW, REVIEW, SPORT, SUMMER > NONTON, MENDUKUNG TEAM UNDERDOG DAN GODAAN NOSTALGIA MAINAN

NONTON, MENDUKUNG TEAM UNDERDOG DAN GODAAN NOSTALGIA MAINAN

***** 
.
Berawal dari Demam dan lalu menjadi Gila
Tanpa perlu ragu lagi, minggu-minggu ini Demam sepak bola sukses menyerang banyak manusia dihampir seluruh dunia baik dinegara yang belum ikut serta sebagai kontestan seperti negara kita Indonesia maupun negara yang ikut serta diantara 32 negara yang bertanding termasuk tuan rumah penyelenggrara. demam itu kini bukan lagi euforia event piala dunia, namun demam dengan artian yang sebenarnya. terlalu sering begadang menjadi budaya yang sudah susah dihilangkan untuk sebulan kedepan demi menyaksikan pertandingan sepak bola empat tahunan ini, mungkin bagi penggila bola beneran hal itu sudah tidak perlu disangsikan lagi mengingat gila disini pun juga semakin bermakna yang sebenarnya, lantas apakah saya termasuk didalamnya? dan apa pula motivasi saya untuk ikut larut dan ikhlas ketika demam itu sekarang sudah menyerang badan? padahal sejatinya saya bukanlah penggila bola dengan insting yang cakap tentang beragam teknik bermain bola dan pun juga tidak begitu hapal seluk beluk pemain, pelatih, dan seabrek informasi lainnya. beberapa jawaban singkat lalu muncul, ah saya hanya bilang nonton piala dunia itu juga bagian dari “nonton”, bukan? jadi bila disimpulkan secara acak bahwa penggila bola yang sebenarnya adalah ya saya sendiri, gila disini karena saya tidak begitu menyukai permainan bola namun tiba-tiba mendadak gila dan menggilai bola dengan tanpa alasan yang jelas, setidaknya teman saya nyeletuk demikian karena saya mengaku sebagai penggila bola. 

.
Well, lepas dari definisi gila yang menggelikan diatas, sebagai penikmat film kita sedang menyaksikan sebuah tayangan visual film dengan naskah monoton disetiap pertandingan dimana saat pluit ditiup diawal detik permulaan, maka perjalanan film ini akan berlangsung dalam tempo kurang dari 100 menit. bahkan selama film berlangsung, tempat syuting dilakukan ditempat yang sama dari awal hingga berakhir. keunikan film model ini adalah ikatan emosi antara penonton dengan pemain terutama bila wasit lalai menjalankan tugas dengan baik, teknik yang pakai oleh pemain, serta tidak sedikit pula kaum perempuan yang bermimpi ingin *bermain bola* dengan pemain pujaan mereka (asli nggak nyambung). selain itu meski kita sudah memegang kunci diawal, ending filmnya tetap menjadi hal yang amat sangat misterius untuk diungkap diawal pertandingan apalagi bila sampai bertaruh segala macam barang dan berlembar lembar uang, intinya meski sederhana dan hanya mengandalkan teknik dan ikatan emosi apalagi alurnya cukup membosankan, namun perhelatan ini anehnya tetap membuat orang gila, segila saya, tambah gila bagi pencinta bola, dan akan tambah beneran gila bila sampai kalah taruhan miliaran rupiah tentunya.


*****

Swiss si Underdog buat sang Matador beserta Bantengnya
Marilah sejenak kita singkirkan kata demam dan gila diatas dengan melihat merahnya muka sang banteng akibat meremehkan tim Swiss yang tak lebih dari tim underdog dalam sebuah pertandingan yang mendebarkan kemaren malem karena spanyol pada prediksi yang dicetuskan dan diskusi yang dibicarakan pasti telah berada diatas angin ketimbang tim lain di group yang sama, fakta tentang tekanan yang dialami tim Swiss memang takkan terbantahkan diawal hingga pertengahan pertandingan, dengan bekal pemain yang sudah sering merumput (hehe ini dia istilah paling lucu dalam kamus sepak bola) di kebun pada negara penghasil rumput paling hijau dan berkualitas tinggi, pertahanan dan daya serangan terlihat menggigit. beberapa shoot yang dilepas oleh pemain Spanyol hampir saja membuat tim Swiss gigit jari, namun pada akhirnya goal yang digadang-gadangkan disertai sorak sorai para fans Spanyol di sebuah cafe malam itu belumlah sukses. tim Swiss yang tidak diperhitungkan lalu unjuk gigi pada sebuah menit yang membuat genting dan keringat dingin pelatih Spanyol, yup sebuah bola melesat bak meteor kini bersarang dikeranjang Spanyol dan goal pertama pun tercipta, namun sialnya kali ini bukanlah Spanyol tetapi Swiss sang underdog. nyaris detik itu hanya saya dan dua orang temen yang berteriak gembira menyambut sahnya goal tersebut, dengan pandangan lesu 99 % lautan manusia malam itu. pede dengan kejutan ini, Swiss akhirnya merubah teknik yang awalnya bertahan dengan berbalik menyerang gawang Spanyol, hingga pluit tanda pertandingan telah usai yang sebelumnya sudah diperpanjang lima menit, skor tidak berubah.
Sejak pembukaan hingga kemaren, tidak semua memang pertandingan demi pertandingan saya tonton dan inilah pertandingan sepak bola piala dunia yang paling saya sukai, setelah Afrika dan Meksiko hanya berakhir seri, bahkan Perancis kini hanya mampu mengumpulkan telur, Swiss dan Spanyol merubah segalanya. sangat menarik, ketertarikan ini bukan karena suka melihat teman sebelah dan beberapa orang lainnya yang harus gigit jari dan gila karena kalah taruhan, kemenangan oleh tim bukan kebanggaan semua orang adalah hal yang sangat saya sukai. rasa iba dan bosan adalah hal yang melatarbelakangi saya untuk memilih mendukung tim underdog, iba karena tim kecil seperti Swiss dan lainnya hanya dipandang sebelah mata, iba karena pendukung mereka jelas minoritas kecuali nantinya banyak yang berpikiran sama dengan saya, dan iba karena mereka juga mau eksis dibidang olah raga ini dan tak jarang juga bahkan hanya itulah kebahagian yang mereka dapat, kebebasan yang mereka hirup, dan beberapa hal lain yang terkadang berbanding terbalik dengan realitas sehari-hari. bukankah indonesia juga demikian, hanya bisa bermimpi menjadi tim diantara 32 negara yang ikutan bertanding padahal masalah negara masih carut marut dan pun dalam tubuh olah raga sepak bola indonesia itu sendiri, *I love indonesia dengan kondisi apapun*. Rasa bosan karena sejak awal merekalah yang selalu muncul mejadi topik pembicaraan, bosan karena negara itu-itu saja yang sukses masuk delapan besar, empat besar, semifinal, final, perebutan juara tiga, hingga yang membawa pulang piala. bosan karena sejak awal sebelum PD ini dilaksanakan, sejak pertandingan piala eropa masih belum kelar, dan seabrek liga-liga top yang rata-rata diadakan di benua eropa itu. bukannya tidak suka memang ketika Argentina, Jerman, Italy, dan Inggris tahun ini membawa pulang piala, namun rasa bosan selalu menghantui ketika mereka yang selalu mendominasi dan tidak menyisakan kesempatan pada yang lain, ah persaingan memanglah seperti itu dan hal ini hanyalah rasa yang timbul pada diri saya sendiri.

*****

Kembali ke Atas dan Marhaban ya Toy Story 3

Menyeret film kedalam post ini pastinya kembali saya juga menyeret kata demam, gila, dan underdog untuk ikut serta, karena demam diatas telah membuat saya tidak bisa menyempatkan untuk sejenak pergi kebioskop selama setengah bulan juni berlalu. penyebab gila mendadak karena menggilai bola juga menjadi batu sandungan, gregetan saat mendukung tim-tim underdog sukses membuat saya demam lantas menjadi gila, layaknya adegan action soal rebutan kunci yang berakhir kelahi dalam roda yang sedang menggelinding di film Pirates Of The Caribbean – Dead Ment Chest (2006), roda itu kini telah berputar dan Jack Sparrow jelas akan pusing dibuatnya. namun sialnya “nonton” yang dimaksud diawal tulisan tidak menyertakan film didalamnya hingga beberapa judul fantastis yang menghuni bioskop menjadi hilang tak meninggalkan bekas, bayangin deh hingga kini saja Robin Hood, Shrek Foerever After, Prince Of Persia : The Sand Of Time, The A-Team, dan The Karate Kids belum juga saya tonton. Robin Hood bisa jadi memang banyak yang kurang begitu suka jadi kali ini panah kang Robin yang suka nyuri tersebut juga tidak saya sukai hingga malas menyergap bahkan untuk sekedar nonton versi bajakannya, Shrek Forever After kini sudah turun gunung jadi apa boleh buat, Prince Of Persia nonton lima menit lewat bajakan yang untungnya gambar yang ada ternyata superparah serta jatah hari untuknya masih ada dibioskop, The A-Team dan The Karate Kids jelas menjadi next time to see.

Kelima judul diatas memang bisa jadi saya tinggalkan dan berharap baik untuk menontonnya kelak lewat tayangan home video alias DVD, namun belum selesai godaan itu hilang film paling saya tunggu tahun ini ternyata sudah dirilis hari ini (kamis 17 Juni 2010), ya Toy Story 3 sudah dirilis dan itu adalah film yang paling saya tunggu tahun ini. melihat review dari blog tetangga sebelah yang menilai film ini sangat baik dan mengandung cerita yang cerdas serta dinilai berhasil mengikat emosi penonton untuk larut kedalamnya adalah sensasi yang ingin saya capai dan prediksi yang saya imajinasikan, ah kini saya sadar terhadap yang saya lakukan selama setengah bulan terakhir, dunia bola bukan tempat yang sebenarnya. intinya ini bukanlah jalan saya, dan saya berjuang untuk tidak tersesat disini. demam itu kini sudah sembuh, kegilaan semu itu sekarang sudah berangsur hilang karena Toy Story 3 bukanlah tim underdog dan terpaksa kini saya menelan ludah sendiri. mainan entah itu yang berbentuk action figure, mobil-mobilan, dan permianan digital kuno bernama gamebot mulai saya cari kembali keberadaannya dibawah tempat tidur, dalam lemari, digudang dan beberapa tempat lainnya, itu semua hanyalah untuk menyambut Woody, Buzz, Jessy, Rex, Potatto, Bulleyes dilayar lebar versi 3D. Well, meski piala dunia masih terus kuikuti perkembangannya tentu dengan tidak menganaktirikan film mengingat film adalah jalan terbaik bagi saya khususnya. sangat disayangkan bila The A-Team, The Karate Kids, dan Knight And Day dilewatkan begitu saja dibioskop hanya akibat begadang nonton bola, akhir bulan ini haruslah imbang antara mengunjungi bioskop untuk ritual nonton dan begadang ria bersama teman-teman nonton piala dunia. buat team underdog, semoga kalianlah yang membawa pulang piala dunia!
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: