Movie Review : Ninja Assasins [2009]

“..Fear Not The Weapon, But The hand That Wields It..”
CITO 21, B-6, Studio 5, 02 Desember 2009, 14.25WIB, 20Rb
———————————————————————————-
Review : Kapankah terakhir kali anda nonton film (yg berjudul) Ninja? Atw setidaknya ad karakter ninja di dalamnya? Bagi penikmat film gw yakin kebanyakan langsung angkat kaki eh kliru yg bener tu angkat tangan seraya bilang film G.I.Joe : The Rise Of Cobra, nggak salah memang karena mungkin sangking jarangnya film bertema Ninja diangkat ke layer lebar akhir2 ini. Nah, itu pula alasan gw untuk antusias nonton film ini meski nontonnya baru kemaren sore (telat.com) karena kemaren masih buk-masibuk ngurusi skripsi, tugas kelompok (sungguh susah ngumpulin temen2), dan hal2 laennya yg meski kecil tapi berhubung numpuk ya akhirnya gw K.O. juga hehe kebiasan buruk yg nggak patut dicontoh. Cukup sudah curhatnya, sekarang mari kita membedah (ntar tak robek2 pkoknya) ni film yg telah ngabisin duit gw sebesar 15 rebu perak.
Intinya gw pengen langsung nyrocos tentang cerita filmnya se-singkat2nya, jd gw nggak ingin nyritain film ini panjang-lebar-tinggi-apalagi-diameter. Pengen tau ya langsung aja k bioskop. Alkisah dahulu kala (hahaha kayak mw nyritain kisah majapahit aja) sebelum ada hape triji dan sebelum suramadu di bangun (apa kaitannya sih?) ad klan ninja yg bernama Ozunu, klan ini mendidik anak2 yatim untuk di jadiin ninja super gendeng bin tukang jagal terbaik kelak. Kemudian lahirlah pendekar-tanpa-tanding yg bernama Raizo (The Rain) anak didk klan tersebut, di laen tempat Mika (Naomi harris) sedang menyelidiki klan ninja ini yg dicurigai melakukan pekerjaan kotor dan menghubungkan langsung dg pejabat tinggi Negara. Adegan2 kemudian adlah atraksi2 ninja versi modern yg kadang absurd untuk dicerna akal sehat, maen bak-bik-buk dah pokoknya hehe. Awal film adalah cobaan berat bagi penonton yg udah menganggap film Babel, Crash, Eternal Sunshine Of The Spotless Mind, 21 Gram, dan Pulp Fiction> adalah makanan sehari2, namun dari tengah sampe ke belakang kita bakalan lebih fun dengan sajian pertarungan tikus-kucing hingga selesai. Aneh sih sebenarnya, ada ninja berperilaku kayak preman jalanan, okelah mereka berprofesi sebagai pembunuh bayaran tapi bukankah ninja dikenal sebagai pendekar misterius dan melakukan aksinya secara rapi? Menunggu dan bukan malah menyerang? Membunuh yg perlu dibunuh? Ah, mungkin itu teori usang dari sifat ninja masa lalu kali yah? Ya iayalah bro sekarang (katanya) kalo nggak bikin sensasi n nggak masuk tipi kan di cap ketinggalan abad.

Meski bagi sebagian orang film ini masuk kelas cetek (gw nggak suka dg gaya endingnya), dan bahkan ada yg memplesetkan judulnya dari Ninja Assasins menjadi *maaf* Tinja Assin. Tapi marketing film ini sangat manjur bila si cewek ngajak liat New Moon di studio sebelah para cowok sebagian besar akan berat hati, tapi bila sang cowok ngajak liat film ini si cewek langsung mau karena faktor The Rain. Jadi pd akhirnya keduanya sama2 suka, klop bukan? Hehe. Baik Ninja Assasin (The Rain) maupun New Moon (Robert Pattinson) mempunyai alasan yg sama mengapa para cowok pada eneg, kasus yg sama juga pernah menimpa film Titanic (Leonardo DiCaprio) 13 thun yg lalu. Ngomong2 tentang The Rain, penyanyai asal korea yg nyambi jadi actor ini aslinya bermain biasa2 aja. Tapi usahanya membentuk tubuh menjadi lebih kekar n six-pack patut dipresiasi, bila king Leonidas mbuka lowongan, gw yakin dia bakal lolos test pendaftaran prajurit 300 selanjutnya🙂

Gaya perang film ini mirip Kill Bill yg sadis kayak tukang jagal di pasar hewan namun dengan dialog yg lebih sederhana, klise, dan gampang di tebak. dan mnurut gw film ini amat-sangat-tidak layak di konsumsi anak2 ingusan (meski effect darahnya sangat terlihat jelas bo’ongannya). Overall filmnya lumyan bagus terutama karena minggu2 ini gw lagi banyak masalah dan kesibukan yg menguras otak dan tenaga maka layaknya film 2012 yg kemaren gw tonton, kita sebagai penonton Cuma tinggal duduk manis sambil nikmati popcorn dan atraksi2 hebat hasil jerih-payah-keringat para crew Hollywood selama mbuat film ini. Jadi kita nggak perlu kepikiran smpe2 nggak bisa tidur gara2 ceritanya yg belum sampai membuat dahi keriput dan kepala anda botak, bukan?.

Ninja Assasins Best Quote :

Raizo: [to Ozuno] The breath I take after I kill you will be the first breath of my life.
Ozunu: Weakness compels strength, betrayal demands blood. 

Ninja Assasins Scene Gallery :

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: