Home > BINTANG 2 > KISAH KLAN NINJA VERSI TUKANG JAGAL

KISAH KLAN NINJA VERSI TUKANG JAGAL

Pemain : Rain, Naomie Harris, Ben Miles, Rick Yune, Shô Kosugi, Randall Duk Kim, Sung Kang, Jonathan Chan-Pensley, Ill-Young Kim, Yuki Iwamoto, Linh Dan Pham, Fang Yu, Adriana Altaras, Kylie Goldstein, Yoon Sungwoong, Eleonore Weisgerber, Wladimir Tarasjanz, Joon Lee, Kai Fung Rieck, Anna Sawai, Thorston Manderlay, Richard van Weyden, Mina Ghousi, Hans Hohlbein, Stephen Marcus, Nhi Ngoc Nguyen-Hermann
Sutradara : James McTeigue
Naskah : Matthew Sand, J. Micahel Straczynski
Tanggal Rilis : 26 November 2009 (Indonesia)
Genre : Action, Crime, Drama, Thriller
Tagline : Fear not the weapon but the hand that wields it
Rating : R
Durasi : 99 Menit
Executive Produser : William Fay, Jon Jashni, Thomas Tull
Produser : Grant Hill, Joel Silver, Andy Wachowski, Larry Wachowski
Co-Produser : Charlie Woebcken, Henning Wolfenter, Roberto Malerba, Christoph Fisser.
Kasting : Lucinda Syson
Sinematografi : karl Walter Lindenlaub
Film Editing : Gian Ganziano, Joseph Jett Sally
Musik : Ilan Eshkeri
Distributor : Warner Bross. Pictures
Bioskop : Ninja Assasins – Wednesday, 02 Desember 2009, 14:25 WIB, Row B, Seat 06, Studio 05, Mall City Of Tomorrow (CITO 21), IDR : 15.000,00

Kapankah terakhir kali anda nonton film (yg berjudul) Ninja? Atw setidaknya ad karakter ninja di dalamnya? Bagi penikmat film gw yakin kebanyakan langsung menyebut film G.I.Joe : The Rise Of Cobra, nggak salah memang karena mungkin sangking jarangnya film bertema Ninja diangkat ke layer lebar akhir-akhir ini. Nah, itu pula alasan saya untuk antusias nonton film ini meski nontonnya baru kemaren sore (telat.com) karena kemaren masih buk-masibuk ngurusi skripsi, tugas kelompok (sungguh susah ngumpulin temen2), dan hal-hal laennya yang meski kecil tapi berhubung numpuk ya akhirnya saya K.O. juga, kebiasan buruk yang tak patut dicontoh. Cukup sudah curhatnya, sekarang mari kita membedah film yang telah ngabisin duit sebesar 15 rebu perak.
Alkisah dahulu kala (kayak mw nyritain kisah majapahit aja) sebelum ada hape triji dan sebelum suramadu di bangun (apa kaitannya sih?) ad klan ninja yg bernama Ozunu, klan ini mendidik anak yatim untuk di jadiin ninja pembunuh terbaik kelak. Kemudian lahirlah pendekar-tanpa-tanding yg bernama Raizo (The Rain) anak didk klan tersebut, di laen tempat Mika (Naomi harris) sedang menyelidiki klan ninja ini yg dicurigai melakukan pekerjaan kotor dan menghubungkan langsung dg pejabat tinggi Negara. Adegan kemudian adalah atraksi ninja versi modern yg kadang absurd untuk dicerna akal sehat, maen bak-bik-buk ditempat umum. Aneh sih sebenarnya, ada ninja berperilaku seperti preman jalanan, okelah mereka berprofesi sebagai pembunuh bayaran tapi bukankah ninja dikenal sebagai pendekar misterius dan melakukan aksinya secara rapi? Menunggu dan bukan malah menyerang? Membunuh yg perlu dibunuh?
Mika Coretti: So you said you found something?
Ryan Maslow: Yeah, I was digging around to see what I could come up with and I found this. A report, friend of mine in Moscow tipped me to it. It was written during the height of the Cold War by a high-ranking KGB Agent named Aleksei Sabotin. In it he raises the posibility that a number of political assassinations were conducted by an ancient but very sophisticated network he calls The Nine Clans. Mind you, he doesn’t call them Ninjas.
Mika Coretti: What happened to him?
Ryan Maslow: The same thing that’s going to happen to me if I hang around with you; kicked out of the service for mental instability.
Mika Coretti: You believe it now, don’t you?
Ryan Maslow: Ninjas? You’ve got to be joking!
Mika Coretti: Well then why are you doing all this?
Ryan Maslow: I don’t know. But I can guarantee you it has nothing to do with the fact that you’re the most attractive researcher I have ever

Marketing film ini sangat manjur untuk menggaet penonton cowok dan cewek sekaligus, namun baik Ninja Assasin (The Rain) maupun New Moon (Robert Pattinson) mempunyai alasan yang sama mengapa para cowok pada eneg, bahkan sampai ada yang memplesetkannya menjadi *maaf* Tinja Assin, kasus yang sama juga pernah menimpa film Titanic (Leonardo DiCaprio) 13 tahun yang lalu. Gaya perang film ini mirip Kill Bill yang sadis seperti tukang jagal di pasar hewan namun dengan dialog yang lebih sederhana, klise, dan gampang di tebak, sangat disayangkan bila film ini ditonton anak dibawah umur. Overall filmnya lumayan menghibur, kita sebagai penonton cuma tinggal duduk manis sambil nikmati popcorn dan atraksi hebat hasil jerih-payah-keringat para crew Hollywood selama mbuat film ini. Jadi kita nggak perlu kepikiran sampai nggak bisa tidur gara2-gara ceritanya yang belum sampai membuat dahi keriput dan kepala anda botak, bukan?.

Categories: BINTANG 2
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: