Home > FILM, POSTER, REVIEW > REVIEW FILM MOON, TEKANAN PSIKOLOGIS DILUAR ANGKASA

REVIEW FILM MOON, TEKANAN PSIKOLOGIS DILUAR ANGKASA

Sinopsis : Film ini pada awalnya menampilkan footage berupa tampilan berita TV bahwa Di masa depan, umat manusia yang mengalami krisis energi, menemukan sumber tenaga baru bernamaHelium-3, sebuah sumber tenaga yang cadangan daya terbesarnya ada di bulan. Sam Bell (Sam Rockwell) adalah astronot, pegawai perusahaan penambang Lunar Industries. Ia dikontrak selama 3 tahun untuk menambang mineral di sana. Sam ditempatkan seorang diri tanpa rekan di stasiun luar angkasa. Satu-satunya teman yang dapat diajak berkomunikasi, adalah komputer dengan kecerdasan buatan bernama Gerty (Kevin Spacey). Hanya tersisa dua pekan masa tugasnya berakhir setelah 3 tahun bekerja di Bulan. Pada sebuah inspeksi rutin di permukaan bulan, tiba-tiba Sam merasa tak enak badan. Ia mengalami sakit kepala yang hebat dan berhalusinasi dan kemudian menabrak truk besar didepannya. Saat tersadar, Sam mendapati dirinya sudah kembali berada di stasiun. Dari sinilah keanehan mulai terjadi, dengan waktu yang tersisa, ia coba menguak misteri ini.
Cast : Sam Rockwell (Sam Bell), Kevin Spacey (GERTY), Dominique McElligott (Tess Bell), Rosie Shaw (Little Eve), Andrienne Shaw (Nanny).
Sutradara : Duncan Jones
Naskah : Nathan Parker dan Duncan Jones
Tanggal Rilis : 17 July 2009 [UK]
Durasi : 97 Menit
Genre : Drama, Mystery, Sci-Fi, Thriller.
Tagline : “The Last Place You’d Ever Expect To Find Yourself”
Distributors : Liberty Film, UK

Komentar Kami : Angkasa adalah sebuah dunia luas yang sangat misterius, batas dunia ini begitu menakutkan hingga banyak kalangan menyimpulkan beberapa hal tentangnya. wahana luar angkasa juga menjadi ladang ilmu pengetahuan baru yang tidak bisa ditemukan di dunia, hingga banyak negara adikuasa berlomba-lomba untuk “menguasainya”. film ini bisa dibilang ingin mengakomodasi hal tersebut dari sisi psikis para astronout-nya, dan itulah kekuatan dari film yang dibintangi oleh Sam Rockwell ini. film Moon bukanlah film dengan biaya se-raksasa Armageddon yang popcorn, bukan pula wah hingga mampu menjangkau antar galaxy seperti Star Wars, dan bukan pula begitu menakutkan seperti film Alien. film ini mencoba mencari alternatif lain yaitu thriller-psikologis, yaitu mengetengahkan faktor psikis atronout yang sendirian diluar angkasa selama tiga tahun.

Sebagai film kecil, cerita yang diracik oleh Nathan Parker dan Duncan Jones sendiri begitu apik. hal ini kembali membangunkan kita bahwa tak perlu biaya raksasa untuk membuat sebuah film fiksi ilmiah berkualitas tinggi, hanya dengan bermodal naskah yang baik maka film ini pun menjadi contoh yang harus dipikirkan lagi oleh sutradara-sutaradra sci-fi lainnya. apalagi jika mengkaitkan secara ilmiah bahwa diluar angkasa issue tentang alien masihlah simpang siur kebenarannya, yang kemudian dalam film ini kita mengenalnya hanya akibat dari halusinasi. faktor-faktor ilmiah di film ini masih lebih baik daripada film sci-fi besar lainnya yang berbiaya besar, seperti ruang hampa udara, kendaran luar angkasa, dan sulitnya terjadi percikan api, dan lain-lain.

Sam Rockwell yang kita ketahui pernah main di film Hitchhiker’s Guide To The Gal;axy [2005], Frost/Nixon [2008], Charlie’s Angel [2000], dan Green Mile [1999] serta akan kembali muncul tahun ini dalam Iron Man 2 sebagai Justin Hammer menjadi tugas yang berat baginya, apalagi di film ini Sam memenuhi 90% durasi filmnya sebagai atronout yang mengalami gangguan psikologis berat. namun semua itu dilahapnya dengan baik, aktingnya bagus dan sangat meyakinkan. kita seakan-akan menebak bahwa dia sedang mengalami halusinasi, namun kejutan dibelakang siap membuat anda tahu bahwa terkadang Sam bukan hanya mengalami halusinasi biasa. selanjutnya adalah Kevin Spacey yang kita ketahui pernah menjadi musuh Superman Returns [2006] yaitu sebagai Lex Luthor, disini dia hanya meminjamkan suaranya saja sebagai robot pintar bernama Gerty. namun meski begitu, suaranya sangat membantu feel film ini.

Finally, film tentang kesendirian diluar angkasa yang luas namun terasa sangat sempit ini begitu luar biasa dengan dukungan penuh Sam dan Gerty yang 90% mengisi film ini, dan disokong pula dengan detail-detail luar angkasa yang bisa dipertanggung jawabkan keilmiahannya membuat film ini selalu dikaitkan dengan 2001 : Space Oddysey yang terkenal itu. bagi penyuka film sci-fi dan film tentang psikologi, film ini sangat direkomendasikan untuk dikoleksi sebagai tontonan home video bersama keluarga anda.

Categories: FILM, POSTER, REVIEW
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: