Home > 2005, COMEDY, DESEMBER, DRAMA, DVD, FALL, FILM, HOLLYWOOD, HOME VIDEO, POSTER, PSIKOLOGI, REVIEW, TIMUR TENGAH, WAR > REVIEW FILM JARHEAD, WELCOME TO THE SUCK..

REVIEW FILM JARHEAD, WELCOME TO THE SUCK..

Bangga karena melindungi negara saat ada wartawan meliput, mereka bercerita tentang adegan heroik dan pulang dengan sangat terhormat sebagai pembela bangsa, berbanding terbalik dalam realitas. di medan perang mereka mabuk bersama, tidur-tiduran, dan bersenang-senang untuk menghilangkan suntuk dipadang pasir yang luas dan sepi. Seberapa besar keinginanmu untuk membunuh manusia pada waktu itu, bertahun-tahun berlatih hanya untuk baca komik digurun? entahlah. Jarhead bukan film perang akbar mencekam seperti Saving Private Ryan, film ini banyak berdialog, lebih tepatnya bergenre drama-komedi, ada satirisme dan sedikit kacau. Tidak ada perang digurun, hanya bayang-bayang fatamorgana diatas gunung pasir, kepulan asap membubung langit dari kilang minyak yang bocor dan terbakar tak terurus. Tetapi setiap hari para pasukan tetap waspada dengan rutin menggenjot latihan tanpa tau kapan perang yang ditunggu-tunggu akan dimulai, ada 24 jam dalam sehari-semalam dan tidak semua jam digunakan untuk latihan, hanya beberapa jam saja. Sisanya kembali ke awal, bersenda gurau, minum, ngobrolin soal kekasih, dan ke toilet sambil onani untuk melampiaskan hasrat biologis.

Menunggu musuh menyerang terlebih dahulu adalah pekerjaan yang membuat mereka stress, menarik sekali saat sorang tentara menangis didepan atasannya hanya untuk mengambil kesempatan satu kali dalam 27 bulan meletupkan satu peluru dikepala musuh yang berada tepat dihadapannya. saya tertawa melihat adegan ini, miris mengingat mereka sebelumnya mungkin telah bertahun-tahun berlatih menembak dengan jitu dan kini berada dimedan perang namun tidak sekalipun menembak manusia, jelas mereka kecewa. Rata-rata para tentara kesepian ini mengalami Gangguan Stres Pasca Trauma, mereka mengalami gangguan kecemasan yang datang setelah mengalami atau menyaksikan suatu ancaman kehidupan trauma ini menyebabkan Anda memberikan reaksi dalam keadaan ketakutan, tak berdaya dan mengerikan. Mengalami penderitaan akibat perlakuan kejam yang berulang yaitu ikutan perang lagi, sebuah mimpi buruk dan butuh berbulan-bulan menghilangkannya kecuali anda menggunakan obat anti depresi namun itu akan membuat anda kecanduan.

Pemain : Jake Gyllenhaal, Scott McDonald, Peter Sarsgaard, Jamie Foxx, Lo Ming, Lucas Black, Kevin Foster, Bryan Geraghty, Damion Poiter, Riyad Galayini, Catherine Randolph, James Morrison, dan Chris Cooper.
Sutradara : Sam Mendes
Tanggal Rilis : 04 November 2005
Naskah : William Broyles Jr. dan Anthony Swofford
Durasi : 125 Menit
Distributors : Universal Pictures

Dua hal yang menarik dari film ini, yaitu stress dan pesan anti perang meski menjelaskan tentang keadaan mencekam dimedan perang. Kita menjelaskan tentang dampak buruk perang terhadap para pelaku peperangan, ada tentara, dan pihak yang mencetuskan peperangan yaitu pemerintah. Apa yang mereka perjuangkan disini, di Irak? sebuah perang yang mereka tidak mengerti dengan tujuan yang berada dibaliknya, melindungi minyak bumi yang sangat penting bagi kehidupan seluruh dunia itu? kita tau bahwa emas hitam yang encer ini bernilai ratusan milliar dollar, atau melindungi warga? warga siapa? entahlah. Elit politik berada dibalik misteri ini, kami tidak berada disana untuk menanyakan hal itu.

Cuaca panas juga berpengaruh terhadap pola pikir dan kondisi tubuh serta psikis para tentara, sangat panas digurun bila siang hari, 44 derajat lebih. Namun akan sangat dingin bila malam, bagi tentara yang sudah terbiasa dengan salju mungkin bisa melewatinya. Konsentrasi akan berubah saat siang hari, panas mencekam membuat mereka panik dan stress, mereka akan memutuskan strategi dengan cepat dan pendek. Pola pikir akan sempit karena merasa seakan sesak oleh panas, gerah, dan cepat emosi.

Sgt. Siek: [looking at Oil Fires] I could be working with my brother right now. He’s got a dry-wall business in Compton. Does the inside of office buildings; you know, the metal studs. I could be his partner, said he’d give me that brand new Dodge Ram Charger. You know, the 318 Magnum? The beast? All indoor work, too, lots of AC. I could sleep with my wife every night, fuck her, maybe; take my kids to school every morning. And I’d run his crews, too, probably increase productivity 40 to 50%. Make $100K a year. Do you know why I don’t? Because I love this job. I thank God for every fucking day he gives me in the corps, oorah.

Individu dalam kehidupannya berinteraksi dengan lingkungan, namun lingkungan juga bisa menimbulkan stress tersendiri bagi individu. Paul A. Bell menjelaskan bahwa setelah individu mempersepsikan rangsangan dari lingkungannya, akan terjadi dua kemungkinan. Kemungkinan yang pertama, rangsangan itu dipersepsikan berada dalam batas ambang toleransi individu yang bersangkutan yang menyebabkan individu berada dalam keadaan homeostasis. Kemungkinan kedua, rangsangan itu dipersepsikan di luar ambang toleransi yang menimbulkan stress pada individu.

Memahami stress, istilah stress kurang lebih menjelaskan suatu tuntutan untuk beradaptasi dari seseorang, ataupun reaksi seseorang terhadap tuntutan tersebut. Menurut seorang pakar, Stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Suatu tanggapan adaptif, ditengahi oleh perbedaan individual dan atau proses psikologis, yaitu suatu konsekuensi dari setiap kegiatan dalam kurung lingkungan, situasi atau kejadian eksternal yang membebani tuntunan psikologis atau fisik yang berlebihan terhadap seseorang atau sebagai suatu tanggapan penyesuaian, dipengaruhi oleh perbedaan individu dan atau proses psikologis yang merupakan suatu konsekuensi dari setiap tindakan dari luar dalam kurung lingkungan situasi atau peristiwa yang menetapkan permintaan psikologis dan atau fisik berlebihan pada seseorang. Stres menurut Hans Selye (1950) merupakan respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap tuntutan atau beban. Berdasarkan pengertian tersebut apabila seseorang mengalami beban atau tugas dan tidak bisa diselesaikannya maka tubuh merespon timbulnya stres. Terjadinya stres disebabkan oleh sesuatu yang dinamakan stressor. Bentuk stressor ini dapat dari lingkungan, kondisi diri, serta pikiran.

“Stress, Obatnya iman dan takwa”-Rhoma Irama

Gejala stres secara fisik dapat berupa jantung berdebar, napas cepat dan memburu atau terengah-engah, mulut kering, lutut gemetar, suara menjadi serak, perut melilit, nyeri kepala seperti diikat, berkeringat banyak, tangan lembab, letih yang tak beralasan, merasa gerah, panas , otot tegang. Secara psikis, Keadaan stres dapat membuat orang-orang yang mengalaminya merasa gejala-gejala psikoneurosa, seperti cemas, resah, gelisah, sedih, depresi, curiga, fobia, bingung, salah faham, agresi, labil, jengkel, marah, lekas panik, cermat secara berlebihan. Adaptasi merupakan suatu proses perubahan yang menyertai individu dalam berespon terhadap perubahan lingkungan yang ada dan dapat mempengaruhi keutuhan tubuh baik secara fisiologis maupun psikologis yang akan menghasilkan perilaku adaptif. Hasil dari perilaku adaptif ini dapat berupa semua respon dengan berusaha mempertahankan keseimbangan dari suatu keadaan. Respon adaptif itu melelahkan karena membutuhkan tenaga dan sumber yang cukup.

Anthony ‘Swoff’ Swofford: [voice over narration] Suggested techniques for the marine to use in the avoidance of boredom and loneliness: Masturbation. Rereading of letters from unfaithful wives and girlfriends. Cleaning your rifle. Further masturbation. Rewiring Walkman. Arguing about religion and meaning of life. Discussing in detail, every woman the marine has ever fucked. Debating differences, such as Cuban vs. Mexican, Harleys vs. Hondas, left- vs. right-handed masturbation. Further cleaning of rifle. Studying of phillipino mail order bride catalogue. Further masturbation. Planning of marine’s first meal on return home. Imagining what a marine’s girlfriend and her man Jody are doing in the hey, or in the alley, or in a hotel bed.

Ada ratusan ribuan tentara yang mengalami stress dan gangguan stress pasca trauma, di medan perang tim medis bergerak 24 jam sehari. Jelas tidak semua tentara mendapatkan pengalaman medis dan terapi yang maksimal, jumlahnya tidak ideal, bisa 1:200. Mereka pulang dengan mimpi buruk, melakukan keonaran dan bahkan ada yang ingin bunuh diri melihat sahabatnya meninggal didepan mata. Namun uniknya di film ini kita melihatnya dalam ranah positif, agak dipaksakan memang dan itu terbukti dapat menenagkan keluarga dirumah yang khawatir terjadi apa-apa dengan anaknya. Kita menyinggung akibat perang yang berbeda, mereka terlihat stress dan hanya termenung tapi hal ini lucu dan membuat penonton tersenyum. Jelas banyak kata kasar dengan intonasi ringan disini, kita sudah terkondisikan dengan keadaan mereka yang tertekan dan bisa tewas tiba-tiba bilamana musuh menyerang mendadak. Namun hingga ending credit tiba, hanya segerombolan unta, padang pasir yang kering, dan ladang minyak yang terbakar. Sekali lagi tak ada perang, dan fungsi tentara yang jauh-jauh dikirim kemedan perang hanya disuruh tidur karena tim udara terlebih dahulu membombardir semuanya hingga ludes, lantas apa yang akan dilakukan selanjutnya? buang-buang peluru keudara seraya berteriak kemenangan yang tidak mereka lakukan, berpesta, dan kembali minum alkohol, bercinta dengan kekasih setelah sekian lama terpaksa masturbasi, dan mencari wanita panggilan bagi yang belum mempunyai kekasih.

Finally, Jarhead adalah salah satu film terbaik saya tahun 2005 ini dan mungkin menjadi salah satu film bertema perang favorit saya. Meski kami nonton bukan lewat bioskop, setidaknya cerita yang dibangun sangat menggelitik, penting untuk memandang perang lewat jalur berbeda dan mainstrem seperti ini. Bila sakit tidak dinikmati, kapan kita akan mensyukuri anugerah hidup saat ini. Sebuah film anti perang, save the world not war.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: