Home > ACTION, ADVENTURE > REVIEW FILM KINGKONG, KESERAKAHAN MANUSIA DAN KEPUNAHAN MASSAL

REVIEW FILM KINGKONG, KESERAKAHAN MANUSIA DAN KEPUNAHAN MASSAL

The king of Kong is back, kita akan melihat dia sekali lagi mendaki gedung Empire State Building, classic dan sangat memorable. Peter Jackson masih bocah waktu film pertama dirilis, megah dan menakutkan, padahal spesial effect kala itu masih minim. Kini siapapun tau apa yang diperbuat oleh Jackson, banyak Oscar dia bawa pulang hanya untuk satu sesi film Lord Of The Ring–Fellowship Of Ring. film Epic terbesar yang pernah dibuat oleh Hollywood, belum ada yang seperti itu sebelumnya. Kekhawatiran semua pihak harusnya sudah hilang saat proyek remake ini berada ditangan yang tepat, dukungan special effect canggih sudah sangat memadai saat ini. Kita telah melihat transformasi makhluk rekaan bernama Gollum menuju ke Smeagol, berbeda kepribadian dan sangat nyata. Bencana alam begitu hebat mengahncurkan Amerika di film The Day After Tomorrow, jadi untuk menghidupkan sesosok Kingkong yang berbulu beserta hutan dan alamnya sangat mudah sesuai harapan, apalagi bujet yang ada didompet Jackson sekitar 200 Juta Dollar, bukan angka main-main, besar, dan sangat memadai.

Yang terjadi kemudian adalah Jackson sangat jujur dan setia dengan tidak mengubah plot yang sudah  usang dan ketinggalan jaman, naskah itu tidak relevan lagi dan harus dirubah menjadi lebih baik, hasil akhir yang berbanding terbalik dengan premisnya. Perubahan hanya kepada penambahan sekumpulan Dinosaurus yang terlampau beda waktu, sangat aneh ketika dibeberapa pulau didunia masih ditemukan makhluk ini. Kingkong mungkin saja setinggi itu, tapi mereka bukan seangkatan dengan Dino yang memang lebih senior. Saya puas dengan adegan gelut di film ini terutama pada scene saat dua Dino berusaha mencaplok Darrows yang berada digenggaman Kong, nggak masuk akal meski dia selamat tak jadi ditelan Dinosaurus, minimal dia harus patah tulang disini tapi itu tidak terjadi. Lebih puas lagi bila disaksikan dibioskop, render bulu dan perubahan yang terjadi di tubuh serta wajah Kong sangat halus dan realistis seperti beneran, bisa jadi ini adalah penampilan Kong dilayar lebar paling mencengangkan. Jangan lupakan adegan puncak saat Kong berada diujung gedung Empire State Building diserang beberapa pesawat terbang, tidak sehebat sewaktu melawan Dino tapi disini Kong memang sedang lemah akibat menemukan soulmate-nya, bukan sesama kera melainkan manusia dan berjenis kelamin perempuan.

Carl Denham: [filming the dinosaurs] Walk forward, Bruce.
Bruce Baxter: What?
Carl Denham: You’re the star of this picture. Get into character and head towards the animals.
Bruce Baxter: What the hell kind of place is this? Are you sure about this, Denham? Don’t we have a stand-in for this type of thing?
Carl Denham: I need you in the shot, or people will say they’re fake.
Bruce Baxter: Oh nobody’s gonna think these are fake.

Sebenarnya saya agak bingung mengapa kera raksasa ini bernama King-Kong, sebab bila kita tarik kata kong dibeberapa kata diluar arti monyet, sangat banyak meski agak maksa dan nggak nyambung, yaitu ada Kong Lomerat, alias orang kaya raya. Cu Kong, juragan asal negeri seberang. Bo Kong, ah yang ini mah nggak usah dijelasin. Eng Kong, kakeka-kakek. Sing Kong, wah enak nih *dilempar sepatu* yang jelas kera raksasa ini berasal dari Indonesia, tepatnya disumatera seperti kisah dalam filmnya, nama aslinya bukanlah King Kong melainkan Gorila. Okelah kita akhiri canda nggak jeas diatas, he.

Prihatin sebenarnya melihat film ini dengan realitas, dalam film kita diajak melihat realitas manusia yang serakah. Membabi buta dalam mengekploitasi alam beserta isinya, fakta terjadi kita banyak kehilangan hutan sebagai paru-paru dunia, tanpanya kita akan sulit hidup sehat karena lapisan udara dan juga ozon semakin menipis dan itu sangat berbahaya. Industri makin menumpuk dan bahkan limbah pabrik mencemari serta membunuh jutaan ekosistem, mereka tidak sadar dengan itu. Adakah yang bila dunia secara keseluruhan menjadi padang apsir yang tandus? tidak ada yang mau, lantas mengapa perusakan alam terus terjadi? bingung juga kami menjawabnya.Protokol tentang konservasi alam diabaikan oleh negara maju, negara berkembang berlomba-lomba membangun industri, kerja sama yang baik untuk mempercepat kiamat dan kepunahan tumbuhan, hewan, dan pada akhirnya mereka sendiri. Pencemaran lingkungan itu ada Udara, tanah, dan Air, kesemuanya berdampak sangat berbahaya bagi manusia bila tidak dicegah.

Hayes: We could not understand because we were too far and could not remember because we were traveling in the night of first ages, of those ages that are gone, leaving hardly a sign – and no memories. We are accustomed to look upon the shackled form of a conquered monster, but there – there you could look at a thing monstrous and free.

Indonesia sebagai negara yang didiami oleh Gorila dan memiliki hutan terkaya didunia memiliki tingkat emisi yang tinggi, hal ini dapat merusak ekosistem dan menghantarkan mereka menuju kepunahan massal. Pertumbuhan laju penduduk juga semakin menggila, ada 200 juta manusia dinegeri ini, separuhnya ada di pulau Jawa. kita berbicara pemanasan global atau global warming disini, sebagian sinar matahari yang masuk ke bumi dipantulkan ke angkasa, dan secara alami akan diserap oleh gas-gas atmosfer yang menyelimuti bumi. Sinar itu pun kemudian terperangkap di bumi. Situasi ini juga terjadi di dalam rumah kaca yaitu pada saat panas yang masuk terperangkap di dalamnya dan menghangatkan seisi rumah kaca tersebut. Fenomena yang terjadi di bumi lalu dinamakan efek rumah kaca, sedangkan gas-gas penyerap sinar disebut gas rumah kaca. Apabila efek rumah kaca tidak terjadi di bumi boleh jadi bumi akan menjadi tempat yang tidak nyaman untuk dihuni. Gas rumah kaca ( seperti : CO2, CH4, N2O, HFCS, PFCS, dan SF6) dihasilkan dari kegiatan pembakaran bahan bakar fosil, mulai dari memasak sampai Pembangkit Listrik. Karena kegiatan tersebut sangat umum dilakukan manusia, maka seiring dengan meningkatnya populasi manusia, konsentrasi Gas rumah kaca (GRK) pun meningkat. Akibatnya, semakin banyak sinar yang terperangkap di dalam bumi. Perubahan iklim berubah secara perlahan tapi pasti. Suhu permukaan bumi pun memanas.

Ada Prtokol Kyoto untuk mengatasi masalah ini, disahkan oleh 84 negara di Kyoto Jepang tahun 1997. Banyak solusi dibicarakan namun banyak pula yang menentang karena alasan ekonomi, sungguh sangat tidak dipercaya ketika ada solusi penyelamatan tiba-tiba ada yang menolak. Bukan negara miskin karena dana terbatas, melainkan negara maju dan berpengaruh didunia. Negara miskin memang diuntungkan disini, akan ada banyak bantuan terlebih negara kita indonesia. Tapi bukan itu hasil akhir yang diinginkan orang banyak, tetapi kelangsungan hidup manusia selanjutnya. Negara maju itu penghasil emisi terbesar didunia, mereka membuat pabrik, mencemari udara, air, dan tanah. Meski pada akhirnya mereka (Negara maju) setuju pun Protokol ini masih akan berlangsung ditahun-tahun mendatang, apakah akan terlambat? kita hanya bisa memperkirakan bencana di Film The Day After Tomorrow benar-benar ada dan nyata.

Pemain : Naomi Watts, Adrien Brody, Jack Black, Collin Hanks, Andy Serkis, Evan Parke, Jamie Bell, Lobo Chan, John Summer, Thomas Kretschmann.
Sutradara : Peter Jackson
Naskah : Fran Walsh dan Philippa Boyens
Durasi : 187 Menit
Tanggal Rilis : 14 Desember 2005
Distributors : Big Primate Pictures

Dampak itu sangat menakutkan, pembakaran bahan bakar minyak dan batubara pada kendaraan bermotor dan industri menyebabkan naiknya kadar CO2 di udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran hutan. gas CO2 ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya sangat banyak, gas CO2 ini akan menghalangi pantulan panas dari Bumi ke atmosfer sehingga panas akan diserap dan dipantulkan kembali ke Bumi. Akibatnya, suhu di Bumimenjadi lebih panas. Keadaan ini disebut efek rumah kaca (green house effect). Selain gas CO2, gas lain yang menimbulkan efek rumah kaca adalah CFC yang berasal dari aerosol, juga gas metan yang berasal dari pembusukan kotoran hewan. Efek rumah kaca dapat menyebabkan suhu lingkungan menjadi naik secara global, atau lebih dikenal dengan pemanasan global. Akibat pemanasan global ini, pola iklim dunia menjadi berubah. Permukaan laut menjadi naik,sebagai akibat mencairnya es di kutub sehingga pulau-pulau kecil menjadi tenggelam. Keadaan tersebut akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia. Akibat lain yang ditimbulkan pencemaran udara adalah terjadinya hujan asam. Jika hujan asam. Terjadi secara terus menerus akan menyebabkan tanah, danau, atau air sungai menjadi asam. Keadaan itu akan mengakibatkan tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya terganggu dan mati. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.

Pelestarian Ekosistem, Keanekaragaman makhluk hidup perlu dijaga supaya ekosistem menjadi stabil. Semakin beranekaragam makhluk hidup dalam suatu ekosistem, semakin stabil ekosistem tersebut. Flora dan fauna alami yang terdapat di hutan perlu dilestarikan karena merupakan sumber plasma nutfah (plasma benih). Sumber plasma nutfah dapat dimanfaatkan untuk mencari bibit unggul bagi kepentingan kesejahteraan manusia. Upaya perlindungan keanekaragaman hayati dapat dilakukan dengan mendirikan cagar alam, taman nasional, hutan wisata, taman laut, hutan lindug dan kebun raya. Untuk mencegah kepunahan makhluk hidup, kadang diperlukan pemeliharaan untuk mengembangbiakannya, yang disebut dengan penangkaran. Pemeliharaan in situ adalah pemeliharaan yang dilakukan di habitat aslinya. Pemeliharaan ex situ adalah pemeliharaan yang dilakukan di luar habitat aslinya, misalnya di kebun binatang. Dari sana, bila salah satu ekosistem rusak akan memutus rantai kehidupan, ada Simiosis mutualisme, simbiosis parasitisme, dan simbiosis komesialisme. ekosistem sendiri memiliki pengertian, Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

Kembali ke persoalan hewan, miris rasanya bila suatu saat anak cucu kita bertanya Ayam itu seperti apa bila hal ini terjadi. Negara ini sangat indah dengan itu, ada hutan yang elok, asri, dan sejuk. Ada jutaan makhluk berbeda bentuk dan warna dan rupa, menarik melihat hal itu sekarang. Entahlah 20 tahun mendatang masih bisa bertahan atau kita sudah hinggap dijaman Post Apocalypstic, mengerikan melihat dunia yang sudah tandus dan semua orang memakai baju astronout ketika berjalan diluar. Visrus makin ganas, dan penyakit kanker kulit menggila akibat pemanasan global. Tidak jelas asal usul Kingkong, yang saya tau cuma Gorila. Namun pada tahun 30’an, ditemukan rangkaian gigi-geligi milik primata berukuran raksasa, sangat lama dan baru berpuluh tahun kemudian peneliti mengetahui dan memperkirakan tentang siapa primata pemilik gigi tersebut. Tinggi primata pemilik gigi tersebut 3 meter dan beratnya mencapai 544 kg, dinamai Gigantopithecus blackii dan ditemukan oleh seorang ahli dari McMaster University. Suatu penemuan besar dan merupakan primata terbesar yang pernah hidup ini berhabitat di Asia Tenggara selama satu juta tahun serta mati 100.000 tahun lalu. Primata ini hidup di jaman Pleistosen, fosil Gigantopithecus ditemukan di Provinsi Guangxi, selatan China, bukan Indonesia. Yang unik, peneliti menjelaskan bahwa Gigantopithecus adalah seekor herbivora dan makanan utamanya adalah bambu.

Hayes: If someone were to tell you this ship was headed for Singapore, what would you say?
Lumpy the Cook: I’d say they’re full of it Mr. Hayes. I mean we turned Southwest last night.
Carl Denham: Fellas, we’re not looking for any trouble…
Jimmy: No. You’re looking for somethin’ else.

Sayang Gigantopithecus sudah lama mati. Primata terbesar yang masih hidup sampai sekarang adalah Gorilla Dataran rendah Timur atau Gorilla beringei graueri. Jenis ini adalah salah satu sub-spesies dari Gorilla Timur yang kini hanya ditemukan di hutan-hutan Republik Demokratik Kongo bagian timur. Dibandingkan Gorilla Dataran rendah Barat, gorilla ini memiliki gigi yang lebih panjang, rahang yang lebih kuat, dan bahu yang lebih lebar. Berat maksimum gorilla jantan bisa lebih dari 225 kg dan tingginya hingga 1,83 meter. Kita memperkirakan evolusi disini, melihat fakta bahwa Kingkong sangatlah besar dan tinggi dan Gorrila jaman sekarang begitu mini. Saudara se-evolusi dengan Kingkong adalah kadal raksasa yang kini hanya seukuran 10 kaki dengan berat 500 pund, itupun merupakan warisan hewan perba yang masih tersisa, tidak ada yang lain. Kami berpikir semua makhluk dimasa lalu menunjukkan adanya perubahan hingga ke masa kini, ada sebuah teori yang menyebutkan bahwa Jerapah sebenarnya berleher pendek kala itu, ada pula fakta bahwa banyak hewan kecil di Madagascar, dekat India. Madagaskar terpisah dan menjadi pulau dari Afrika Timur kurang lebih 100 tahun lalu. Pulau ini kemudian membentuk sebuah ekosistem yang sangat kaya dengan 10.000 macam spesies tanaman, 316 spesies reptil dan 108 spesies burung dan banyak di antaranya tidak bisa ditemukan di manapun. Tak ketinggalan ada juga pulau galapagos, pulau yang diaykini memiliki tingkat evolusi hewan yang mencengangkan dunia ilmiah dan pengetahuan.

Banyak waktu terlewat dan Polusi terus berjalan bahkan semakin parah, parahnya lagi naskah film ini sangat tidak menolong untuk menyadarkan keserakahan manusia diatas, mungkin hanya hewan kali ini yang punah. Namun tidak menutup kemungkinan yang lainnya termasuk kita sendiri. Tidak ada yang diperbuat oleh manusia dalam film ini untuk hanya sekedar menolong hewan yang tertindas, marah adalah salah satu kunci selanjutnya dan setelah itu terjadi Kingkong yang disalahkan yang menyebabkan kematian yang tragis diakhir cerita. Satu lagi makhluk meninggal dunia, warisan itu telah tiada. Cerita seekor makhluk 8 keajaiban dunia terkubur ditengah ketidakpedulian manusia beserta keserakahan dan nafsu angkara murkanya, saya menangis saat menyaksikan ending film ini. Bukan karena storytellingnya bagus, tapi terlebih karena prihatin, kita pernah memilikinya, bukan dierak sekarang karena mereka telah dibunuh puluhan tahun yang lalu. Save The World!

Categories: ACTION, ADVENTURE
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: